Senin, 08 Februari 2010

Bosan di kantor..???

Kesibukan dan rutinitas pekerjaan yang menjerat memang tak urung membuat anda jenuh, bosan dan lelah. Tahukah anda apa yang anda butuhkan jika anda mengalaminya? Menurut pakar psikologi, jika anda jenuh yang anda butuhkan bukan hanya pembebasan fisik dari rutinitas, tetapi juga pembebasan pikiran. Karena pembebasan fisik tanpa pembebasan pikiran tidak akan membantu menyelesaikan rasa jenuh dan bosan anda. Contohnya ada kasus dimana seseorang tidak berhasil mengatasi rasa jenuhnya meskipun ia telah berusaha mengambil cuti dan berlibur ke luar kota. Kenapa? Ternyata meski secara fisik ia sedang melakukan refreshing tetapi pikirannya selalu melayang pada tugas dan pekerjaannya di kantor. Sehingga ia justru semakin dibebani oleh rasa jenuh dan stress. Mungkin jika anda bisa mengambil cuti dan berlibur ke luar kota, rasa jenuh anda secara fisik memang akan berkurang. Tetapi bagaimana jika kesibukan anda dalam satu hari di kantor benar-benar membuat anda jenuh bahkan sampai membuat anda sakit kepala? Tentu anda tidak bisa begitu saja melarikan diri dari tugas-tugas anda kan? Tapi jangan takut, jika anda mengalami jenuh akibat pekerjaan di kantor, cobalah hal-hal berikut ini: * Di sela-sela pekerjaan, cobalah untuk beranjak sebentar dari meja kerja anda menuju jendela. Lihatlah semua pemandangan di luar kaca jendela. Pusatkan pikiran anda pada apa yang anda lihat dan lupakan beban pekerjaan sejenak. Ciptakan sensasi pada apa yang anda lihat, misalnya pada kendaraan dan orang yang lalu lalang, pepohonan hijau, atau pada petugas parkir yang mengatur arus keluar masuk kendaraan * Kalau tidak mungkin beranjak dari meja kerja anda, alihkan pikiran anda pada hal-hal yang menyenangkan. Misalnya dengan membayangkan makanan kesukaan anda. Atau bayangkanlah anda sedang berada di pantai atau gunung yang sejuk bersama orang-orang yang menyenangkan. * Kalau waktunya lebih memungkinkan keluarlah dari kantor anda sejenak dan kunjungi mal terdekat. Jangan biarkan pikiran anda melayang pada tugas-tugas di kantor. Lihatlah produk-produk yang menarik perhatian anda. Setelah anda puas, kembalilah ke kantor. Tentu saja anda harus bisa memperkirakan waktu yang pas saat berada di luar kantor. Tentu saja cara seseorang untuk mengatasi rasa bosannya sangat individual. Dan cara-cara di atas bukan patokan mutlak untuk mengurangi rasa jenuh di kantor. Ingat, dalam mengatasi rasa jenuh, yang lebih penting adalah bebaskan ‘pikiran’ anda dari rutinitas. Dan patut anda perhatikan, jangan menganggap rasa bosan dan jenuh sebagai hal yang negatif. Justru anda merupakan orang-orang yang beruntung jika masih bisa merasakan bosan dalam hidup anda. Karena kebosanan membuat anda memiliki kekuatan untuk menarik diri dari rutinitas. Sehingga dampaknya anda akan terhindar dari penyakit mental yang ditimbulkan akibat rutinitas. Dan orang-orang yang tidak pernah merasa bosan dalam hidupnya adalah orang-orang yang sudah tidak normal lagi.

 

Jumat, 07 Agustus 2009

Apakah Blog itu ??

Apakah blog itu? Sebuah blog adalah buku harian pribadi. Mimbar Anda setiap hari. Kotak sabun politik. Outlet berita terkini. Koleksi link. Pikiran pribadi Anda sendiri. Catatan untuk dunia. Blog Anda menjadi apapun yang Anda inginkan. Ada berjuta-juta blog, dalam segala bentuk dan ukuran, dan tidak ada aturan yang sesungguhnya. Dalam terminologi sederhana, sebuah blog adalah sebuah situs web, di mana Anda menuliskan hal-hal yang berbasis peristiwa yang sedang berlangsung. Hal yang baru tampil di paling atas, sehingga pengunjung Anda dapat membaca apa yang baru. Kemudian mereka dapat mengomentarinya atau menambahkan link atau mengemail Anda. Atau tidak. Sejak Blogger diluncurkan pada 1999, blog telah mengubah bentuk web, mempengaruhi politik, mempertajam jurnalisme, dan memungkinkan jutaan orang untuk memiliki suara dan terhubung dengan yang lain.

Kamis, 30 Juli 2009

Analisa Bentuk Bisnis

Masa Jenis

Massa jenis adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda. Semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap volumenya. Massa jenis rata-rata setiap benda merupakan total massa dibagi dengan total volumenya. Sebuah benda yang memiliki massa jenis lebih tinggi (misalnya besi) akan memiliki volume yang lebih rendah daripada benda bermassa sama yang memiliki massa jenis lebih rendah (misalnya air). Satuan SI massa jenis adalah kilogram per meter kubik (kg•m-3) Massa jenis berfungsi untuk menentukan zat. Setiap zat memiliki massa jenis yang berbeda. Dan satu zat berapapun massanya berapapun volumenya akan memiliki massa jenis yang sama. Rumus untuk menentukan massa jenis adalah dengan ρ adalah massa jenis, m adalah massa, V adalah volume. Satuan massa jenis dalam 'CGS [centi-gram-sekon]' adalah: gram per sentimeter kubik (g/cm3). 1 g/cm3=1000 kg/m3 Massa jenis air murni adalah 1 g/cm3 atau sama dengan 1000 kg/m3 Selain karena angkanya yang mudah diingat dan mudah dipakai untuk menghitung, maka massa jenis air dipakai perbandingan untuk rumus ke-2 menghitung massa jenis, atau yang dinamakan 'Massa Jenis Relatif' Rumus massa jenis relatif = Massa bahan / Massa air yang volumenya sama Rangkaian Seri, Paralel, dan … Fraktal Posted by suksmono on April 28, 2008 Selama ini kita mengenal dua macam susunan dasar dari rangkaian listrik, yaitu susunan atau rangkaian seri dan rangkaian paralel. Jika ada k buah tahanan (resistor) dengan nilai seragam sebesar R, cara penyusuan k buah resistor ini akan mempengaruhi nilai tahanan total yang kita peroleh. Gambar-gambar berikut meyatakan susunan satu buah resistor R, rangkaian seri dari k buah resistor, dan rangkaian paralel-nya: Gambar 1. Satu buah R, rangkaian seri, dan rangkaian paralel Pada pelajaran Fisika tingkat SMA atau kuliah awal dalam Dasar Rangkaian Elektrik, kita tahu bahwa nilai total dari k buah tahanan seragam R yang disusun secara seri adalah Rangkaian Seri: RS = R + R + … + R = kR Sedangkan jika tahanan tersebut disusun secara paralel, maka nilai total di kedua ujung rangkaian akan menjadi Rangkaian Paralel: RP = R //R// … //R = R/k Notasi “+” telah dipakain untuk menyatakan susunan beberapa tahanan secara serial sedangkan notasi garis miring sejajar “//” dipakai untuk menyatakan rangkaian paralel. Tentu kita dapat mencampurkan kedua jenis susunan ini, lalu melakukan perhitungan secara bertahap dengan membagi tiap susunan ke elemen dasarnya, seri atau paralel. Sebelum diskusi ini berlanjut, terlebih dahulu akan diperkenalkan suatu susunan jenis baru yang disebut sebagai susunan serupa-diri (self-similar) atau secara singkat disebut sebagai susunan fraktal. Nama ini dipilih karena bentuk dan proses konstruksinya mirip dengan fraktal deterministik, misalnya kurva Koch, Koch Snowflake, Sierpinsky Gasket, atau objek-objek geometri fraktal lainnya. Gambar 2. Rangkaian tersusun fraktal RF[1], RF[2], dan RF[3] Proses pembentukan rangkaian fraktal diawali dengan suatu elemen dasar fraktal, yaitu rangkaian paling kiri pada Gambar 2, berupa 4 buah tahanan terangkai secara campuran, seri dan paralel. Karena semua nilai setiap tahanan adalah R, maka tahanan total dikedua ujungnya (kiri-kanan atau atas-bawah) adalah RT =(R+R)//(R+R) = 2R//2R = 2R/2 = R. Susunan tahanan ini akan kita sebut sebagai tahanan fraktal pertama atau tahanan fraktal orde-1 dan dilambangkan sebagai RF[1]. Tahanan fraktal orde-2 atau RF[2] dibuat dengan cara menggantikan setiap tahanan pada RF[1] dengan RF[1]. Demikian pula, tahanan fraktal orde-3 dibuat dengan cara menggantikan setiap tahanan pada tahanan fraktal orde dua RF[2] dengan tahanan fraktal orde satu RF[1]. Proses ini dapat diteruskan sampai orde ke-k berapapun yang kita inginkan. Cara pembentukan seperti ini mirip dengan operasi perkalian Kronecker “*” pada konstruksi matriks Hadamard. Kita akan memakai notasi ini untuk menyatakan penyusunan tahanan secara fraktal. Dengan demikian, proses pembentukan tahanan fraktal dari orde-1 sampai dengan orde ke-k dapat dituliskan Orde -1 : RF[2] = RF[1]*RF[1] Orde - 2: RF[3] = RF[1]*RF[1]RF[1] = RF[2]*RF[1] … Orde – k: RF[k] = RF[k-1]*RF[1] Tidak terlalu sulit untuk menyimpulkan bahwa berapapun orde dari tahanan yang terangkai secara fraktal ini adalah sama, yaitu R. Sebagai contoh kita akan mencoba menghitung RF[3]. Karena setiap elemen tahanan fraktal orde-1 bernilai R, maka penggantian setiap elemen RF[1] didalam RF[3] dengan tahanan ekivalennya, yaitu R, akan menghasilkan rangkaian setara dengan rangkaian fraktal orde dua RF[2]. Proses reduksi lebih lanjut untuk tahanan orde-2 ini akan menghasilkan tahanan orde-1. Dengan demikian, nilai tahanan total dari RF[3] adalah sama dengan tahanan total RF[2] dan juga sama dengan RF[1], yaitu R. Dalam konteks ini, kita dapat menyebut bahwa rangkain yang hanya terdiri dari satu tahanan saja, seperti pada Gambar 1 paling kiri, dapat dianggap sebagai RF[0]. Proses sintesis ini bisa dilakukan untuk orde-k berapapun. Akhirnya kita dapatkan ekspresi nilai tahanan total dari jembatan fratal orde k sebagai berikut: Rangkaian Fraktal: RF = R*R* … *R = R Sebagai rangkuman, kita telah melihat tiga macam susunan rangkaian dasar dan cara menghitung nilai tahanan total jika diberikan k buah tahanan yang semuanya identik, yaitu R. Susunan seri memberikan nilai tahanan total sebesar kR, susunan paralel sebesar R/k, dan yang menarik adalah susunan fraktal menghasilkan nilai total R yang tetap atau invarian tanpa bergantung pada berapapun nilai k. Berdasarkan konstruksi Kronecker, ada syarat bahwa jumlah tahanan M hanya akan terbatas pada nilai-nilai tertentu, yaitu M = (4)k Pertanyaan berikutnya adalah, jika kita diperbolehkan mencampur ketiga macam rangkaian tersebut (seri, paralel, fraktal) dengan syarat tahanan totalnya tetap R, berapa sajakah nilai M yang memenuhi syarat? Apakah ada M lain disamping 4k seperti diatas? Apakah M tidak boleh ganjil? Monokotil dan dikotil Pada tumbuhan kelas / tingkat tinggi dapat dibedakan atau dibagi menjadi dua macam, yaitu tumbuh-tumbuhan berbiji keping satu atau yang disebut dengan monokotil / monocotyledonae dan tumbuhan berbiji keping dua atau yang disebut juga dengan dikotil / dicotyledonae. Ciri-ciri tumbuhan monokotil dan dikotil hanya dapat ditemukan pada tumbuhan subdivisi angiospermae karena memiliki bunga yang sesungguhnya. Perbedaan ciri pada tumbuhan monokotil dan dikotil berdasarkan ciri fisik pembeda yang dimiliki :
  1. 1. Bentuk akar
  2. - Monokotil : Memiliki sistem akar serabut
  3. - Dikotil : Memiliki sistem akar tunggang
  4. 2. Bentuk sumsum atau pola tulang daun
  5. - Monokotil : Melengkung atau sejajar
  6. - Dikotil : Menyirip atau menjari
  7. 3. Kaliptrogen / tudung akar
  8. - Monokotil : Ada tudung akar / kaliptra
  9. - Dikotil : Tidak terdapat ada tudung akar
  10. 4. Jumlah keping biji atau kotiledon
  11. - Monokotil : satu buah keping biji saja
  12. - Dikotil : Ada dua buah keping biji
  13. 5. Kandungan akar dan batang
  14. - Monokotil : Tidak terdapat kambium
  15. - Dikotil : Ada kambium
  16. 6. Jumlah kelopak bunga
  17. - Monokotil : Umumnya adalah kelipatan tiga
  18. - Dikotil : Biasanya kelipatan empat atau lima
  19. 7. Pelindung akar dan batang lembaga
  20. - Monokotil : Ditemukan batang lembaga / koleoptil dan akar lembaga / keleorhiza
  21. - Dikotil : Tidak ada pelindung koleorhiza maupun koleoptil
  22. 8. Pertumbuhan akar dan batang
  23. - Monokotil : Tidak bisa tumbuh berkembang menjadi membesar
  24. - Dikotil : Bisa tumbuh berkembang menjadi membesar
A. Contoh tumbuhan monokotil : - Kelapa, Jagung, dan lain sebagainya. B. Contoh tumbuhan dikotil : - Kacang tanah, Mangga, Rambutan, Belimbing, dan lain-lain